Wisuda Spektakuler! Ponpes Almatera Temanggung Lepas 230 Santri dengan Berbagai Prestasi

Temanggung – Pondok Pesantren Al Mu’min Muhammadiyah Tembarak (Ponpes Almatera) Kabupaten Temanggung menggelar acara wisuda ke-42 dengan penuh kemeriahan. Pada Selasa, 28 Mei 2024, sebanyak 230 santri dinyatakan lulus dan mengikuti Khutbatul Wada’ diiringi berbagai penampilan seni budaya dan keterampilan Hizbul Wathan oleh para santri.

Acara pelepasan santri yang kembali kepada orang tuanya dilaksanakan dengan spektakuler. Penampilan memukau seperti Tari Saman, Tapak Suci, paduan suara, dan seni drama atau teater mini menjadi bagian dari rangkaian acara. Para santri menunjukkan bakat mereka di hadapan para tamu undangan yang hadir.

Direktur Ponpes Almatera, Samsyuri Adnan, menyampaikan bahwa wisuda tahun ini merupakan angkatan ke-42 untuk tahun ajaran 2023-2024, menandai usia pembelajaran yang semakin matang dan profesional. Para santri berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, termasuk Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa Barat, Jakarta, Bojonegoro, Purwakarta, Banjarnegara, dan wilayah Jawa Tengah lainnya. Selama enam tahun, mereka dididik dengan ilmu pengetahuan umum melalui pendidikan reguler serta ilmu agama melalui pendidikan pondok pesantren.

“Pendidikan di Almatera bertujuan mencetak generasi milenial yang robani dan mencerahkan peradaban bangsa,” ujar Samsyuri Adnan. Pendidikan ini didukung oleh berbagai lembaga pendidikan Muhammadiyah seperti MTS Al Mu’min, MA Al Mu’min, SMK Al Mu’min, dan SMP Al Mu’min di Tembarak Temanggung serta kampus Almatera di Kaliabu Magelang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua PDM Temanggung, Majelis Dikdasmen, PD Aisyiyah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tembarak dan Selopampang, Camat Tembarak, para kepala sekolah Muhammadiyah, orang tua siswa, dan tamu undangan lainnya.

Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Arif Rahman, memberikan apresiasi atas banyaknya prestasi yang diraih Ponpes Almatera Temanggung. “Pendidikan bertujuan mendidik insan sejak dini agar menjadi anak sholih sholihah,” kata Arif Rahman. Menurutnya, Ponpes Almatera merupakan lembaga pencetak generasi milenial yang tangguh. Ia menekankan beberapa prinsip penting bagi lulusan pesantren, yaitu berpaculah menjadi orang terbaik, berdakwah ketika kembali ke masyarakat, bekerja dengan baik, menyebarkan virus dakwah, dan terus berbuat kebaikan.

Prinsip selanjutnya adalah selalu beramal sholeh, apapun profesinya dan dimanapun lokasinya. Hidup harus selalu bersosial dan menerima pembaharuan sehingga pendidikan mampu memberikan pencerahan layaknya angin segar yang membawa perspektif baru.

Para wisudawan merasakan kesan mendalam selama pendidikan dan kegiatan di pondok selama enam tahun. Mereka lulus dengan sukses karena terjalinnya kesepakatan dan kesefahaman antara santri, ustadz, dan ustadzah sehingga menumbuhkan ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat bagi masa depan.

Scroll to Top